Budaya Matriarki dalam Pementasan Monolog “Racun Tembakau†Karya Anton Chekov Oleh Teater Gabung Unsika (Kajian Semiotika Charles S. Pierce)

Intan Fajri Mulyaningsih, Uah Maspuroh, Sinta Rosalina

Abstract


Penelitian ini membahas bagaimana proses penciptaan makna dalam sebuah pementasan teater. Dalam pementasan teater sering kali ditemukan banyak makna yang tentu saja menimbulkan lebih dari satu arti yang berbeda pada masing-masing penonton. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana makna yang hadir dalam pementasan teater “Racun Tembakau†karya Anton Chekov yang dimainkan oleh seniman Teater Gabung Unsika. Pun, peneliti ingin mengetahui bagaimana aktor dan sutradara sebuah pementasan teater membangun dan menciptakan tanda-tanda yang menunjukkan adanya budaya matriarki dalam pementasan “Racun Tembakau†tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian yang bersifat kualitatif, yang mana peneliti melakukan pendeskripsian atas elemen-elemen yang terkait dalam berjalannya penelitian. Metode deskripsi dilakukan mulai dari proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sampai dengan yang terakhir yaitu membuat kesimpulan. Dalam mengkaji penelitian ini, peneliti menggunakan teori semiotika dari Charles S. Pierce sebagai acuan dalam menganalisis data-data yang sudah terkumpul. Isi penelitian ini merupakan hasil pendeskripsian peneliti dengan berlandaskan teori yang digunakan. Hasil yang didapat dari penelitian ini mengungkap adanya budaya matriarki dalam pementasan tersebut

Keywords


semiotika, teater, budaya matriarki

Full Text:

PDF

References


Abdul Latiff, A. B. (2006). Aplikasi Teori Semiotika Dalam Seni Pertunjukan. Etnomusikologi, 2(1), 45–51.

Adnyani, N. K. S. (2016). BENTUK PERKAWINAN MATRIARKI PADA MASYARAKAT HINDU BALI DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN KESETARAAN GENDER. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 5(1). https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v5i1.8284

ARISTIA PUTRA, R., & ABDILLAH, A. (2020). PERAN KENTHONGAN SEBAGAI PENANDA PEMENTASAN KETHOPRAK SISWO BUDOYO DI KABUPATEN TULUNGAGUNG (KAJIAN SEMIOTIKA). APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, 1(15).

Hermawan, S. (2016). Tipologi tanda dalam Balamut lakon dan pemaknaannya. Lentera: Jurnal Pendidikan, 11(2). https://doi.org/10.33654/jpl.v11i2.415

Hidayat, R. (2014). Analisis Semiotika Makna Motivasi Pada Lirik Lagu “Laskar Pelangi†Karya Nidji. eJournal Ilmu KOmunikasi, 2(1), 243–258. http://www.fisip-unmul.ac.id

Jiwa, B. S., Poerwadi, P., Bahasa, P., & Keguruan, F. (n.d.). KAJIAN SEMIOTIK PERTUNJUKAN DALAM PERFORMA DRAMA.

Lubis, A. A. (2021). Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce pada sampul majalah Tempo edisi satu perkara seribu drama. IKRA-ITH Humaniora, 5(1), 184.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. In PT Remaja Rosdakarya: Vol. EdIsi revi.

Murniati, M., & Arifin, Z. (2019). PESAN KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM SEBUAH PEMENTASAN TEATER (Study Analisis Semiotika pada Pertunjukan Teater SMA LB N Senenan Jepara). An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam, 11(2). https://doi.org/10.34001/an.v11i2.1029

Nugraha, R. P. (2016). Konstruksi Nilai-nilai Nasionalisme dalam Lirik Lagu (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure pada Lirik Lagu “Benderaâ€). Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Sosial, 5(3), 290–303. https://www.neliti.com/id/publications/237541/konstruksi-nilai-nilai-nasionalisme-dalam-lirik-lagu-analisis-semiotika-ferdinan

Nurrachman, D. (2017). TEKS SASTRA DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIKA PRAGMATIS CHARLES SANDERS PEIRCE. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 14(1), 83–88. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v14i1.1793

Ramli, A. (2021). NILAI-NILAI BUDAYA MAKASSAR DALAM KARAKTER TOKOH PERTUNJUKAN TEATER THE EYES OF MAREGE. Nuansa Journal of Arts and Design, 4(2), 47. https://doi.org/10.26858/njad.v4i2.19132

Sahid, N. (2016). SEMIOTIKA untuk Teater, Tari, Wayang Purwa, dan Film. In Tarling Sebagai Teater Daerah Indramayu Dalam Kajian Unsur-Unsur Penyajiannya (Issue 8). http://www.jurnal.uii.ac.id/index.php/JEE/article/viewFile/4418/3906

Sidik, A. (2018). ANALISIS IKLAN PRODUK SHAMPOO PANTENE MENGGUNAKAN TEORI SEMIOTIKA PIERCE. Technologia: Jurnal Ilmiah, 9(4), 201. https://doi.org/10.31602/tji.v9i4.1533

Supendi, E. (2007). Wayang Orang Sebagai Pertunjukan Teater Tradisional Dalam Tinjauan Semiotika. In Ilmu dan Seni: Vol. Vol. 5 No. (p. 54).

Susanto, D. (2007). Matriarki dan Hidden Women dalam Syair Damarwulan. ATAVISME, 10(2), 1–9. https://doi.org/10.24257/atavisme.v10i2.236.1-9

Widianto, R., Warouw, D. M. D., & Senduk, J. J. (2015). Analisis Semiotika Pada Film Senyap Karya Joshua Oppenheime. Acta Diurna, 4(4), 1–9.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i5.1257

Article Metrics

Abstract view : 65 times
PDF - 75 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Intan Fajri Mulyaningsih, Uah Maspuroh, Sinta Rosalina

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.