Studi Literatur: Integrasi Peran Agama dan Karakter bagi Sains

Silmi Kapatan Inda Robby, Saepul Milah, Aiman Faiz

Abstract


Secara ontologi Islam tidak membatasi antara ilmu Agama dan ilmu yang bersifat umum. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengulas hal penting yang perlu dibahas terkait dengan pentingnya landasan Agama dan karakter dalam pengembangan sains. Untuk menjawab tujuan penelitian yang telah dibahas pada pendahuluan, peneliti menggunakan penelitian studi pustaka dengan metode deskriptif. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa hubungan antara Agama dan Sains merupakan satu keutuhan yang tak terpisahkan jangan sampai dipahami sebagai suatu hal yang bertolak belakang, namun hakikatnya adalah suatu sistem yang saling melengkapi antara keduanya karena perkembangan sains perlu dasar Agama agar terbentuk para ilmuan-ilmuan yang handal, pandai dan nilai religiusitas tinggi. Agama dan sains memiliki keterkaitan dan harus selalu terintegrasi, sains yang dipahami dan dimaknai berdasarkan norma-norma Agama dan Agama yang dipahami dan dimaknai berdasarkan temuan-temuan ilmiah atau fakta-fakta empiris. Sains dan agama merupakan gabungan antara pendekatan konsep, keterampilan proses, inkuiri dan discovery serta pendekatan dengan nilai-nilai agama sebagai landasan karakter. Dengan demikian, sains dan Agama tidak dapat dipisahkan bagi seseorang ilmuwan.

Keywords


Integrasi peran Agama, karakter, sains.

Full Text:

PDF

References


Adawiah, R. (2016). Integrasi Sains dan Agama Dalam Pembelajaran Kurikulum PAI (Perspektif Islam dan Barat serta Implementasinya). Al-Banjari, Hlm. 99-124 Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2016, 15(1), 99–123.

Coletto, R. (2013). Religion , Theology and Science : A Reformational Dooyeweerdian Approach Religion , Theology and Science : A Reformational. December 2014, 37–41. https://doi.org/10.1080/14746700. 2013.780431

Faiz, A. (2020). Pendidikan nilai dan karakter dalam perspektif pendidikan umum di perguruan tinggi. Sosioreligi, 18(2), 1–7.

Faiz, A., & Soleh, B. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 7(1), 68–77. https://doi.org/10.22219/jinop.v7i1.14250

HR. Bukhari no. 5782, dari Abu Hurairah. (n.d.).

Iqbal, A. (2013). Konsep Pemikiran Al- Ghazali Tentang Pendidikan. Jaya Star Nine.

Khasanah, N. (2016). SR ( Science and Religion ) Sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi pada Kurikulum 2013 Untuk Meningkatkan Karakter Siswa. Biodidaktika, Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 11(2), 45–53. http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/biodidaktika/article/view/1587

Mansour, N. (n.d.). International Journal of Science Science Teachers ’ Views and Stereotypes of Religion , Scientists and Scientific Research : A call for scientist – science teacher partnerships to promote inquiry-based learning. June 2015, 37–41. https://doi.org/10.1080/09500693.2015.1049575

Muttaqin, A. (2016). Implikasi Aliran Filsafat Pendidikan Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam. Implikasi Aliran Filsafat Pendidikan Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Dinamika, 1(1), 67–92.

Nasution, N., Yaswinda, Y., & Maulana, I. (2019). Analisis Pembelajaran Berhitung melalui Media Prisma Pintar pada Anak Usia Dini. Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 240.

Petersen, A. (2014). Uncertainty and God : A Jamesian Pragmatist Approach to Uncertainty and Ignorance In by Arthur Petersen. 808–829.

Pitaloka, D. L., Dimyati, D., & Purwanta, E. (2021). Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1696–1705. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.972

Rahardjanto, A., & Susilowati, R. (2018). Study of Learning Strategy Integration of Science and Religion on the Development of Student Character. 231(Amca), 645–648. https://doi.org/10.2991/amca-18.2018.178

Reiss, M. J. (2014). Science and religion : Implications for science educators Science and religion : implications for science educators. June. https://doi.org/10.1007/s11422-009-9211-8

Sauri, S. (2006). Membangun Komunikasi dalam Keluarga (Kajian Religi, Sosial, dan Edukatif). PT Genesindo.

Shane, J. W., Binns, I. C., Meadows, L., Hermann, R. S., & Benus, M. J. (2016). Beyond Evolution : Addressing Broad Interactions Between Science and Religion in Science Teacher Education. Journal of Science Teacher Education. https://doi.org/10.1007/s10972-016-9449-4

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung:Alfabeta. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta., April 2015, 31–46. https://doi.org/10.1017/CBO 9781107415324.004

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta.

Suprayogo, I. (2003). Pengembangan Pendidikan Karakter. UIN Maliki Press.

Tuasikal, M. A. (2010). Jangan Sampingkan Akhlaq Terhadap Allah. Rumaysho,Com.

Yusuf al-Qaradhawi. (2000). al-Muslimûn wa al- ’Aulamah.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2663

Article Metrics

Abstract view : 1469 times
PDF - 516 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Silmi Kapatan Inda Robby, Saepul Milah, Aiman Faiz

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.