Membangun Nalar Kritis di Era Digital

Imas Kurniawaty, Vini Agustiani Hadian, Aiman Faiz

Abstract


Dalam kondisi digital baik untuk generasi digital native dan digital imigrant tentu harus memahami permasalahan yang ada, harus membangun pola pikir bernaral kritis agar tidak menjadi pengekor argumentasi saja. Tujuan penelitian ini terkait pentingnya berpikir kritis ditengah era digital agar menjadi warga negara yang kritis. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka atau library research. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pentingnya nalar kritis dapat digunakan untuk memahami argumen dengan benar, secara hati-hati dalam menginterprestasi argumen melaui evaluasi sebelum memberi komentar atau meresponnya, dan menyangkal argumen-argumen yang didengar dan dibaca oleh seseorang. Nalar kritis merupakan suatu aktivitas evaluatif untuk menghasilkan suatu simpulan. Untuk itu nalar kritis menjadi sebuah keniscayaan dalam menghadapi kondisi digitalisasi ini yang serba cepat, canggih dan praktis. Dapat disimpulkan bahwa memasuki era digital seyogyanya harus diimbangi dengan kemampuan bernalar yang baik agar saat menggunakan teknologi digital, manusia dapat memilah dan memilih, menyaring sebelum mensharing informasi yang datang. Dengan kemampuan ini seseorang akan memverivikasi pemikirannya sehingga menghasilkan sudut pandang atau keputusan yang paling baik.

Keywords


Nalar kritis, era digital, teknologi, digital native dan digital immigrant

Full Text:

PDF

References


Anwar, M. (2017). Filsafat Pendidikan. Kencana.

Faiz, A. (2021). PERAN FILSAFAT PROGRESIVISME DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN CALON PENDIDIK DI ABAD-21. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 9(1), 131–135.

Faiz, A., Novthalia, A. P., Nissa, H. S., Suweni, Himayah, T., & Shindy, D. (2022). Pemanfaatan pojok baca dalam menanamkan minat baca siswa kelas 3 di SDN 1 Semplo. Lensa Pendas, 7(1), 58–66.

Faiz, A., Parhan, M., & Ananda, R. (2022). Paradigma Baru dalam Kurikulum Prototipe. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(1), 1544–1550.

Faiz, A., Purwati, P., & Kurniawaty, I. (2020). Construction of Prosocial Empathy Values Through Project Based Learning Methods Based on Social Experiments (Study of Discovering Cultural Themes in the Sumber-Cirebon Society). Ta Dib : Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 51–62. https://doi.org/10.29313/tjpi.v9i1.6220

Faiz, A., & Soleh, B. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 7(1), 68–77. https://doi.org/10.22219/jinop.v7i1.14250

H.A.R Tilaar. (2016). Pedagogik teoritis untuk Indonesia. Kompas Media Nusantara.

Hapsyah, D. R. (2018). PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2017/2018.

Hardjana, A. (2004). Teori komunikasi: Kisah pengalaman amerika. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 1030.

Islam, M. S., Sarkar, T., Khan, S. H., Kamal, A. H. M., Murshid Hasan, S. M., Kabir, A., Yeasmin, D., Islam, M. A., Chowdhury, K. I. A., Anwar,

K. S., Chughtai, A. A., & Seale, H. (2020). COVID-19-Related infodemic and its impact on public health: A global social media analysis. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 103(4), 1621–1629. https://doi.org/10.4269/ajtmh.20-0812

Kemenristekdikti. (2017). Memandang Revolusi Industri Dan Dialog Pendidikan Karakter Di Perguruan Tinggi Indonesia. Direktorat Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi.

Koesoema, D. (2018). Pendidikan Karakter di zaman keblinger. Grasindo.

Kreisel, G. (1971). The Collected Papers of Gerhard Gentzen.

Lismaya, L. (2019). BERPIKIR KRITIS & PBL: (Problem Based Learning) - - Google Buku. Media Sahabat Cendekia.

Nasution, N., Yaswinda, Y., & Maulana, I. (2019). Analisis Pembelajaran Berhitung melalui Media Prisma Pintar pada Anak Usia Dini. Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 240.

Pendit, P. L. (2013). Digital Native , Literasi Informasi dan Media Digital – sisi pandang kepustakawanan. Seminar Dan Lokakarya Perubahan Paradigma Digital Natives Perpustakaan Universitas - Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 17 - 18 Januari 2013, 1–32. https://www.semanticscholar.org/paper/Digital-Native%2C-Literasi-Informasi-dan-Media-%3A-sisi-Pendit/1ed653f61ce6ce178dee0cb255419d0492a92afc

Pitaloka, D. L., Dimyati, D., & Purwanta, E. (2021). Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1696–1705. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.972

Pradina, Q., Faiz, A., & Yuningsih, D. (2021). Peran Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin ( Studi Pada Siswa di Mi Nihayatul Amal Gunungsari Cirebon ). Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4118–4125.

Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants Part 1. On the Horizon, Vol. 9 Iss. https://doi.org/doi: 10.1108/10748120110424816

Purwati, Darisman, D., & Faiz, A. (2022). Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan. Jurnal Basicedu, 6(3), 3729–3735.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung:Alfabeta. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta., April 2015, 31–46. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta.

Wibowo, A., & Anjar, T. (2017). Internalisasi Nilai Kearifan Lokal (Local Wisdom) Dalam Pelaksanaan Konseling Multikultural Dalam Pengentasan Masalah Remaja Akibat Dampak Negatif Globalisasi. Proceeding Seminar Dan Lokakarya Nasional Bimbingan Dan Konseling 2017, 1(0), 1–9. http://journal2.um.ac.id/index.php/sembk/article/view/1268

Zaini, Z., & Ramlan, R. (2019). Penguatan Pendidikan Aqidah Anak dari Penyimpangan Budaya Online. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 201.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2715

Article Metrics

Abstract view : 3668 times
PDF - 4761 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Imas Kurniawaty, Vini Agustiani Hadian, Aiman Faiz

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.