Menggagas Definisi Operasional Soal Pendidikan Multikultural

Ahmad Hufron, Cato Cato, Muhammad Azka Maulana

Abstract


Sejarah telah membuktikan bahwa salah satu faktor kunci yang mampu membangun kemajuan dan peradaban bangsa dimulai dengan rekonsiliasi terhadap keberagaman latar belakang antar golongan, suku, ras, agama dan budaya. Penelitian ini berupaya untuk mengeksplorasi makna definisi operasional dari multikulturalistik, keberagaman sehingga terciptanya budaya pluralism dalam konteks dunia Pendidikan. dengan teknik literature review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 dimensi yang perlu dipersiapkan guru dalam menerapkan Pendidikan multikulralisme, yakni (1) integrasi koten mata pelajaran (2) proses kontruksi ilmu pengetahuan, (3) mereduksi prasangka buruk, (4) pembelajaran berbasis keadilan, dan (5) memberdayakan budaya sekolah multikural. 5 aspek tersebut menjadi dasar dalam munculnya rasa saling percaya (trust) dan komitmen untuk saling bekerja-sama menciptakan karya sebagai solusi permasalahan dari perspektif peserta didik. Yang kemudian mereka peserta didik memahami konsekuensi dari keberagaman budaya, etnis, suku, aliran (agama) menuju semangat kesamaan hak dan melahirkan budaya gotong-royong demi keadilan sosial yang merupakan solusi dari konflik antar-bangsa.

Keywords


Definisi operasional, pendidikan multikulturalisme, budaya

Full Text:

PDF

References


Abdillah, M. (1993). Demokrasi di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi.

Ainul Yaqin, M. (2005). Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan.

Andersen dan Cusher. (1994). Multikultural and Intercultural Studies†dalam C. Marsh (ed), Teaching Studies of Society and Environment.

Azra, A. (2013). Identitas dan Krisis Budaya, Membangun Multikulturalisme Indonesia.

Baidhawi, Z. (2005). Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural.

Banks, J. (1984a). Teaching Strategies For Ethnic Studies.

Banks, J. (1984b). Teaching Strategies For Ethnic Studies.

Blum, A. Lawrence, A. (2001). Multikulturalisme, dan Komunitas Antar Ras, Tiga Nilai Yang bersifat Mendidik Bagi Sebuah Masyarakat Multikultural, dalam Larry May, dan Shari Colins- Chobanian, Etika Terapan: Sebuah Pendekatan Multikultural, Alih Bahasa : Sinta Carolina dan Dadang Rusbi.

Dawam, A. (2003). “EMOH†Sekolah: Menolak “Komersialisasi Pendidikan†dan “Kanibalisme Intelektual†menuju Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Inspeal Ahimsakarya Press.

Driyarkara. (1980). Tentang Pendidikan.

Faiz, A., Parhan, M., & Ananda, R. (2022). Paradigma Baru dalam Kurikulum Prototipe. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(1), 1544–1550.

Faiz, A., & Soleh, B. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 7(1), 68–77. https://doi.org/10.22219/jinop.v7i1.14250

Idris, Z. (1987). Dasar-Dasar Kependidikan.

Kymlicka, W. (1999). “Mitsunderstanding Nationalism†dalam Theorizing Nationalism (R. Beiner (ed.)).

Maksum, A., & Ruhendi, L. Y. (2004). Paradigma pendidikan Universal di Era Modern dan Post-Modernisme.

Maslikhah. (2007). Quo Vadis Pendidikan Multikultural: Reconstruksi Sistem Pendidikan berbasis Kebangsaan.

Nasution, N., Yaswinda, Y., & Maulana, I. (2019). Analisis Pembelajaran Berhitung melalui Media Prisma Pintar pada Anak Usia Dini. Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 240.

Pitaloka, D. L., Dimyati, D., & Purwanta, E. (2021). Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Anak Usia Dini di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1696–1705. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.972

Purwati, Darisman, D., & Faiz, A. (2022). Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan. Jurnal Basicedu, 6(3), 3729–3735.

Santrock. (2004). Psikologi Pendidikan.

Skeel, D. J. (1995). Elementary Social Studies: Challenge for Tomorrow’s World.

Slavin, R. E. (1985). Cooperative learning: Applying contact theory in desegregated schools. Journal of Social Issues, 41(3), 45-62.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung:Alfabeta. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta., April 2015, 31–46. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta.

Suparlan, & Parsudi. (2022). Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural,†Makalah. Disampaikan pada Simposium Internasional Bali ke-3,. Jurnal Antropologi Indonesia.

Suparta, M. (2008). Islamic Multikultural Education: Sebuah Refleksi Atas pendidikan Agama Islam di Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3469

Article Metrics

Abstract view : 1176 times
PDF - 815 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Ahmad Hufron, Cato Cato, Muhammad Azka Maulana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.