Dilema Miskonsepsi Dalam Buku Teks Sejarah Indonesia

Sriwati Sriwati

Abstract


Isu tentang adanya miskonsepsi yang ditemukan dalam berbagai buku teks di sekolah mulai ramai diperbincangkan. Salah satunya dalam mata pelajaran Sejarah Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menunjukan contoh konkrit adanya miskonsepsi dalam buku teks Sejarah Indonesia, serta mendeskripsikan dampak miskonsepsi dalam pembelajaran sejarah bagi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dapat diketahui bahwa buku teks sebagai salah satu sumber belajar menempati peran yang penting dalam proses pembelajaran, terutama bagi siswa. Sehingga ketersediaan buku teks akan memberikan pengaruh terhadap tingkat pemahaman siswa. Namun, ada banyak peristiwa dalam buku teks sejarah yang dikemukakan sejarawan menggunakan sudut pandang yang berbeda. Materi semacam ini di satu sisi dapat memicu kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, tetapi di sisi lain tidak jarang menimbulkan kebingungan bagi siswa dan berujung pada miskonsepsi dalam pemahamannya.

Keywords


history textbooks, misconceptions, learning history

Full Text:

PDF

References


Abdullah, T. (2016). Historiografi dalam Denyut Sejarah Bangsa. Kalam, 28, 1–28.

Arraman, B. C., & Hazmi, N. (2018). Analisis Buku Teks Sejarah Kelas X Kurikulum 2013. KAGANGA: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial-Humaniora, 1(2), 122–140. https://doi.org/10.31539/kaganga.v1i2.404

Basrowi, & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Budiawan. (2013). Sejarah dan Memori: Titik Simpang dan Titik Temu. Yogyakarta: Ombak.

Darmawan, W., & Mulyana, A. (2016). Antara Sejarah dan Pendidikan Sejarah: Analisis terhadap Buku Teks Pelajaran Sejarah SMA Berdasarkan Kurikulum 2013. Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 5(2), 278–289.

Hasudungan, A. N. (2021). PELURUSAN SEJARAH MENGENAI INDONESIA DIJAJAH BELANDA 350 TAHUN SEBAGAI MATERI SEJARAH KRITIS KEPADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 1 RUPAT. Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(3), 129–141. https://doi.org/10.23887/jjps.v9i3.39395

Kartodirdjo, S. (2014). Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Kemendikbud. (2016). Panduan Penilaian Oleh Pendidikan dan Satuan Pendidikan untuk Sekolah Menengah Atas [Guidelines for Assessment by Education and Education Units for Senior High Schools]. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kurniawan, G. F., Warto, W., & Sutimin, L. A. (2019). Dominasi Orang-Orang Besar Dalam Sejarah Indonesia: Kritik Politik Historiografi dan Politik Ingatan. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 4(1), 36–52. https://doi.org/10.14710/jscl.v4i1.21576

Mahardika, M. D. G. (2020). Kepentingan rezim dalam buku teks sejarah di sekolah. ISTORIA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, 16(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/istoria.v16i1.33401

Resink, G. J. (2013). Bukan 350 Tahun Dijajah. Depok: Komunitas Bambu.

Sari, M., & Asmendri, A. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6(1), 41–53. https://doi.org/https://doi.org/10.15548/nsc.v6i1.1555

Sayono, J. (2013). Pembelajaran Sejarah di Sekolah: Dari Pragmatis Ke Idealis. Jurnal Sejarah Dan Budaya, 7(1), 9–17. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijhe%250APENGARUH

Sjamsuddin, H. (2007). Penulisan Buku Teks dan Sejarah Lokal dalam Buku Sejarah Lokal Penulisan dan Pembelajaran di Sekolah. Bandung: Salamian Perss.

Sriwati, S., Rochgiyanti, R., Akmal, H., Fathurrahman, F., & Jamaludin, J. (2022). Upaya Borneo Historical Community (BHC) dalam Mengenalkan Situs Bersejarah di Kota Banjarmasin. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(4), 1247–1256. https://doi.org/10.32884/IDEAS.V8I4.1011

Susanto, H., Fatmawati, S., & Fathurrahman, F. (2022). Analisis Pola Narasi Sejarah dalam Buku Teks Lintas Kurikulum di Indonesia. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah Dan Pendidikan, 6(2), 228–243. https://doi.org/10.29408/fhs.v6i2.6632

Suwarto. (2013). Pengembangan Tes Diagnostik Dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tayubi, Y. R. (2005). Identifikasi Miskonsepsi Pada Konsep-konsep Fisika Menggunakan Certainly of Response Index (CRI). Mimbar Pendidikan, 3(24), 4–9.

Wertheim, W. F. (1999). Masyarakat Indonesia dalam Transisi Studi Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Wineburg, S. (2007). Berpikir Historis: Memetakan Masa Depan, Mengajarkan Masa Lalu. Jakarta: Yayasan Obor.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i2.4801

Article Metrics

Abstract view : 14 times
PDF - 17 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Sriwati Sriwati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.