Analisis Nilai Karakter pada Lirik Lagu Rang Sumando dari daerah Minangkabau

Engga Dallion EW

Abstract


Lagu Rang Sumando merupakan salah satu lagu yang berasal dari daerah Minangkabau. Menggunakan bahasa Minangkabau, judul serta lirik lagu Rang Sumando merepresentasikan adat Minangkabau khususnya terkait peran laki-laki di Minangkabau sebagai seorang sumando, sehingga lagu ini menarik untuk diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai karakter lirik lagu Rang Sumando. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menginterpretasikan makna dan nilai karakter lirik lagu Rang Sumando sebagai objek yang diteliti. Selanjutnya digunakan analisis semiotika Roland Barthes guna membantu peneliti membedah secara dalam makna nilai karakter lirik lagu melalui aspek denotatif, yaitu membedah makna sebenarnya, harfiah atau tekstual, dan melalui aspek konotatif yaitu memberikan pemaknaan baru secara kontekstual. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka sebagai sumber data utama melalui penelusuran sumber-sumber dokumentasi ilmiah berupa buku dan hasil penelitian yang memuat data yang diperlukan guna membenah makna nilai karakter lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan empat karakter sumando di Minangkabau, yaitu sumando kacang miang, memiliki karakter provokator, sumando lapiak buruak, memiliki karakter pemalas, sumando langau ijau memiliki karakter mata keranjang. Tiga karakter sumando ini benilai negatif. Keempat, sumando niniak mamak, memiliki karakter seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. Sumando niniak mamak menjadi satu-satunya karakter sumando yang bernilai positif

Keywords


nilai karakter; lirik lagu; rang sumando

Full Text:

PDF

References


Agustin, S. (2021). Peran Kreativitas Seni dalam Proses Pendidikan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1507–1511.

Bapayuang, Y. M. (2015). Kamus Baso Minangkabau. Mutiara Sumber Ilmu.

Chatra, E. (2005). Orang Jemputan: Regulasi Seksualitas dan Poligami di Minangkabau. Laboratorium FISIP Universitas Andalas. https://fliphtml5.com/vkixl/wsnk

Desyandri, D. (2016a). INTERPRETASI NILAI-NILAI EDUKATIF LAGU KAMBANGLAH BUNGO UNTUK MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK (Suatu Analisis Hermeneutik). Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Dan Seni, 17(1), 37–51. https://doi.org/10.24036/komposisi.v17i1.7418

Desyandri, D. (2016b). Nilai-Nilai Edukatif Lagu Jaso Mandeh untuk Membangun Karakter Peserta Didik (Suatu Analisis Hermeneutik). International Seminar on Education (2 ISE) FIP UNP, 738–746.

Desyandri, D., Dardiri, A., & Astuti, K. S. (2015). Nilai-Nilai Edukatif Lagu-Lagu Minang untuk Membangun Karakter Peserta Didik (Analisis Hermeneutik). Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi, 3(2), 126–141. https://doi.org/10.21831/jppfa.v3i2.7566

Djamaris, E. (2002). Pengantar Sastra Rakyat Minangkabau. Yayasan Obor Indonesia.

Jazuli, M. (2014). Sosiologi Seni (Edisi 2): Pengantar dan Model Studi Seni (2nd ed.). Graha Ilmu.

Krisnawati. (2016). Menafsirkan Teks Sastra Lisan Badampiang Sebagai Upaya Memaknai Warisan Budaya Bangsa. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 7(1), 115–126.

Munir, M. (2015). SISTEM KEKERABATAN DALAM KEBUDAYAAN MINANGKABAU: PERSPEKTIF ALIRAN FILSAFAT STRUKTURALISME JEAN CLAUDE LEVI-STRAUSS. Jurnal Filsafat, 25(1), 1–31. https://doi.org/10.22146/jf.12612

Nuri, N. (2013). Peranan Bahasa Dalam Berkesenian: Pemberdayaan Lirik Lagu sebagai Sarana Pembentukan Karakter Bangsa. JURNAL ARBITRER, 1(1), 58–67. https://doi.org/10.25077/ar.1.1.58-67.2013

Oktaviani, S., Isjoni, & Ibrahim, B. (2018). Tradisi Pemberian Gelar Kepada Sumando Dalam Upacara Pernikahan Adat Minangkabau Di Kota Bukittinggi. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 9(2), 1–14.

Paranoan, N. (2015). Riset Non Positivistik Akuntansi dalam Tiga Paradigma: Interpretif, Kritis Dan Posmodernisme. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 10(1), 8–18.

Priska, Novia, & Zulfadhli. (2013). Fenomena Sosial Masyarakat Minangkabau dalam Lirik Lagu Ciptaan Agus Taher. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 2(1).

Putra, D. M., & Nurlizawati, N. (2022). Interpretasi Nilai Kearifan Lokal Minangkabau dalam Lirik Lagu “Pasan Buruang†sebagai Upaya Penanaman Mitigasi Bencana dalam Pembelajaran Sosiologi. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 1(2), 137–142. https://doi.org/10.24036/nara.v1i2.37

Putra, T. H., & Supanggah, R. (2017). Memudarnya Wibawa Niniak Mamak Sebagai Urang Nan Gadang Basa Batuah Di Minangkabau. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 15(2), 122–131. https://doi.org/10.33153/glr.v15i2.2218

Salim, N. Z., Siregar, M., & Mulyo, M. T. (2022). Rekonstruksi Pendidikan Karakter di Era Globalisasi: Studi Analisis Konsep Pemikiran Ibnu Miskawaih. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(1), 28–39. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.vol7(1).9468

Sjarifoedin, A. (2014). Minangkabau: Dari Dinasti Iskandar Zulkarnain Sampai Tuanku Imam Bonjol. PT Gria Media Prima.

Sumartono, S., Ferdinal, F., Takdir, M., & Weriza, J. (2023). Analisis Semiotika Lirik Lagu Tanah Pusako. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Bisnis, 8(2), 165–171. https://doi.org/10.36914/jikb.v8i2.894

Wiflihani. (2016). Fungsi Seni Musik dalam Kehidupan Manusia. In Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Vol. 2, Issue 1). http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/anthropos




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.5788

Article Metrics

Abstract view : 709 times
PDF - 649 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Engga Dallion EW

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.