Tahapan Bimbingan Kelompok: Landasan Teoritis dan Praktis dalam Fasilitasi Pengembangan Individu dan Kelompok
Abstract
Bimbingan kelompok menjadi suatu strategi yang efektif dalam pengembangan individu dan kelompok, akan tetapi masih kurang adanya pemahaman mengenai tahapan-tahapan yang diperlukan. Artikel ini bertujuan untuk mendalami dan mengidentifikasi tahapan dalam bimbingan kelompok yang mendasar, baik secara teoritis maupun praktis, untuk memperkuat proses pengembangan individu dan kelompok. Pendekatan kualitatif digunakan melalui studi literatur atau studi pustaka guna menyusun landasan teoritis dan praktis dalam artikel ini. Tahapan bimbingan kelompok teridentifikasi melalui sintesis literatur meliputi tahap pembentukan, tahap transisi, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran. Hal demikian menunjukkan bahwa penerapan tahapan-tahapan ini secara terintegrasi mendukung pengembangan individu dan kelompok, memperkukuh hubungan antaranggota, dan meningkatkan hasil secara berkesinambungan. Pelaksanaan tahapan bimbingan kelompok mendorong pertumbuhan individu melalui kegiatan terstruktur dan interaksi kelompok yang mendalam. Implementasi komprehensif dari tahapan ini terbukti dapat meningkatkan kualitas interaksi kelompok, mendukung perkembangan individu, dan memperkuat solidaritas kelompok. Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman praktisi dan akademisi terhadap tahapan bimbingan kelompok, memberikan landasan yang kokoh untuk meningkatkan efektivitas dalam memfasilitasi pengembangan individu dan kelompok dalam konteks berbagai setting
Keywords
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR PUSTAKA
Ketut, D., & Kusmawati, N. (2002). Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Rineka Cipta, 78.
Prayitno, & Amti, E. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta, 309.
Amri, K., & Nirwana, H. (2014). Peningkatan Kemampuan Mengemukakan Pendapat Melalui Layanan Bimbingan Kelompok. Konselor, 3(2). http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor
Drs. Mochammad Nursalim, M. S. (2015). Hakikat Bimbingan dan Konseling. In O. M. Dwiasri (Ed.), Pengembangan Profesi Bimbingan dan Konseling (pp. 18–24). Penerbit Erlangga.
Gitleman, L. (2014). Pelaksanaan Pengembangan Diri Siswa Sekolah Dasar di Wilayah Dabin I. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 9–36.
Jahju Hartini. (2022). Bimbingan Kelompok. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents.
Mulwati, S. (2017). Meningkatkan Rasa Percaya Diri Melalui Strategi Layanan Bimbingan Kelompok. Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 3(2), 148–153.
Sukmawati, E. (2016). MENINGKATKAN NILAI KESOPANAN OLEH GURU PEMBIMBING MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMA PONTIANAK. Jurnal Konseling Gusjigang PGSD Universitas Muria Kudus, 2(1), 120–124. https://media.neliti.com/media/publications/107461-ID-profil-kemampuan-pemecahan-masalah-siswa.pdf
Suryani, L. (2017). Upaya Meningkatkan Sopan Santun Berbicara Dengan Teman Sebaya Melalui Bimbingan Kelompok. E-Jurnalmitrapendidikan.Com, 1(1), 114.
Ulandari, Y., & Juliawati, D. (2019). Pemanfaatan Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Siswa. Indonesian Journal of Counseling and Development, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.32939/ijcd.v1i1.350
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.5967
Article Metrics
Abstract view : 6601 timesPDF - 5407 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Muhammad Farid Ilhamuddin, Kireina Dewi Suyanto, Oktavia Santoso , Dyas Noviarale Fitriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)