Strategi Pengelolaan Keroncong Plesiran oleh Komunitas Simphony Kerontjong Moeda dan Dinas Pariwisata Yogyakarta sebagai Destinasi Wisata Pendidikan
Abstract
Permasalahan penyelenggaraan Keroncong Plesiran tidak hanya ditujukan sebagai hiburan dan pelestarian semata, namun penyelenggaraan Keroncong Plesiran dianggap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta penyelenggaraan Keroncong Plesiran juga memiliki nilai wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana pengelolaan Komunitas Simphony Kerontjong Moeda dalam menyelenggarakan Keroncong Plesiran dengan Dinas Pariwisata Yogyakarta, serta bagaimana keroncong plesiran sebagai wisata pendidikan di Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan dari penelitian tersebut maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bersifat eksploratif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yakni mengamati tentang bagaimana pengelolaan Keroncong Plesiran, serta melakukan wawancara untuk mengkonfirmasi beberapa data yang ditemukan secara langsung dengan beberapa narasumber yang berkaitan langsung dengan kegiatan ini. Selain itu data kepustakaan serta dokumentasi yang telah ada juga dijadikan referensi dalam mendeskripsikan dan menganalisis tentang pengelolaan Keroncong Plesiran oleh komunitas Simphony Kerontjong Moeda dengan Dinas Pariwisata Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keroncong Plesiran dapat dikatakan sebagai sebuah event yang mapan dalam mengelola sebuah pertunjukan, dan sumber daya manusia (SDM). Selain itu terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan Dinas Pariwisata Yogyakarta bekerjasama dengan komunitas Simphony Kerontjong Moeda dalam menyelenggarakan Keroncong Plesiran. Simpulannya, selain ditujukan sebagai hiburan dan bentuk pelestarian musik keroncong, penyelenggaraan Keroncong Plesiran dapat membangun sinergi dengan Dinas Pariwisata Yogyakarta dalam rangka meningkatkan nilai pariwisata yang ada di Yogyakarta, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dalam setiap penyelenggaraannya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akindo, R. (2022). Promosi Acara Musik “Keroncong Plesiran #3†Di panggung Terbuka Nganggeran DIY [Skripsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta]. http://digilib.isi.ac.id/11049/
Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (A. Farwaid & R. K. Pancasari, Ed.). Jakarta: Pustaka Belajar.
Fried, D. R. (2017). Strategic Management: A Comparative Advantage Approach, Concept, and Cases. London: Pearson.
Ghani, Y. A. (2017). Pengembangan Sarana Prasarana Destinasi Pariwisata Berbasis Budaya di Jawa Barat. Jurnal Pariwisata, 4(1), 22–31. https://doi.org/10.31294/PAR.V4I1.1798
Hafidz, I. (2017). CEO Chief Acara Organizer. Yogyakarta: Gava Media.
Huda, C. N. (2021). Faktor-Faktor Motivasi Bernyanyi Keroncong Pada Penyanyi Keroncong Muda. Ikonik : Jurnal Seni dan Desain, 3(1), 1–5. https://doi.org/10.51804/ijsd.v3i1.860
Kemdikbud. (2022). Capaian Pembelajaran | Kurikulum Merdeka. Keputusan Kemdikbudristek RI Nomor 262/M/2022 tentang Perubahan atas Keputusan Kemdikbudristek No. 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/capaian-pembelajaran
Miles, M. B., & Huberman, A. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3 ed.). Oaks: SAGE Publications.
Monariyanti, N., & Sidiq, S. S. (2015). Seni Pertunjukan Sebagai Atraksi Wisata Budaya di Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2(1), 1–14. https://jnse.ejournal.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/4998
Noor, A. (2013). Manajemen Event. Bandung: Alfabeta.
Nurjatisari, T., Narawati, T., Nugraheni, T., & Riyadi, L. (2023). Empowering the Potential of Local Cultural Wisdom in The Packaging of Performing Arts: A Force for Forming Community Identity In The Kampung Seni Edas Bogor City. Gelar : Jurnal Seni Budaya, 21(2), 162–174. https://doi.org/10.33153/GLR.V21I2.4734
Pramestika, F. C. (2018). Penciptaan Pengelolaan Pertunjukan “Keroncong Plesiran†Sekolah Hutan Pinus, Mangunan, Yogyakarta [Skripsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta]. http://digilib.isi.ac.id/4214/
Pramestika, F. C. (2021). Wawancara dengan Narasumber. Yogyakarta: Kantor BPNB.
Rachman, A., & Utomo, U. (2017). “Sing Penting Keroncong†Sebuah Inovasi Pertunjukkan Musik Keroncong di Semarang. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 3(1). https://doi.org/10.30870/jpks.v3i1.4066
Riyadi, L., & Budiman, N. (2023). Capaian Pembelajaran Seni Musik pada Kurikulum Merdeka sebagai Wujud Merdeka Belajar. Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik, 5(1), 40–50. https://doi.org/10.24036/Musikolastika.V5I1.104
Saadudin, & Firdaus. (2021). Implementation of the Performing Arts Management Function in the Komunitas Seni Hitam Putih Padangpanjang. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 13(2), 191–202. https://doi.org/10.36928/jpkm.v13i2.650
Soedarsono. (1990). Seni Pertunjukan Jawa dan Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Budaya Nasional.
Syarifuddin, D. (2016). Nilai Wisata Budaya Seni Pertunjukan Saung Angklung Udjo Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Jurnal Manajemen Resort dan Leisure, 13(2), 53–60. https://doi.org/10.17509/JUREL.V13I2.4979
Tersiana, A. (2022). Metode Penelitian dengan Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.
Yuliawati, A. K., & Hadian, M. S. D. (2020). Manajemen Pemasaran-Geowisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.6370
Article Metrics
Abstract view : 430 timesPDF - 210 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Debrian Evryano

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)