Integrasi Pragmatisme dan Liberalisme dalam Perspektif Filosofis Pengembangan Sistem Pendidikan Kurikulum Merdeka
Abstract
Artikel ini mengkaji relevansi Pragmatisme dan Liberalisme sebagai landasan filosofis dalam pengembangan sistem pendidikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mneganalisis bagaimana prinsip-prinsip utama kedua aliran filsafat pendidikan tersebut dapat berkontribusi terhadap perancangan kurikulum dan praktik pembelajaran yang responsive terhadap tantangan pendidikan masa kini. Penelitian ini menggunakan kajian liraterur dengan pendekatan deskriptif filosofis, dengan menganalisis teks-teks filosofis klasik dan kontemporer serta dokumen kebijakan pendidikan nasioanl yang berkaitan dengan Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa pragmatism, yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman, pemecahan masalah, dan praktik kontekstual, sejalan dengan pendekatan berbasis proyek dan pengalaman yang diusung dalam Kurikulum Merdeka. Sementara itu, liberalisme yang menekankan kebebasan individu, otonomi intelektual, dan pengembangan moral mendukung penerapan perbedaan belajar, otonomi guru, dan kebebasan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai pragmatis dan liberal memberikan kerangka filosofis yang koheren untuk membangun sistem pendidikan yang lebih demokratis, humanis, dan adaptif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi tersebut dapat menjadi landasan teoritis dan praktis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ananda, Rizki, Paramitha Andini, Anjli Rahmadani, Ajeng Dwi Meilani, and others. 2025. “Tantangan Pendidikan Dasar di Masa Depan: Integrasi Teknologi, Kurikulum Adaptif, dan Peran Guru dalam Era Global.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 10(02):570–81.
Brubacher, John S. 1982. Modern Philosophies of Education. New York: McGraw-Hill.
Dewey, John. 1916. Democracy and Education. New York: Macmillan.
Dewey, John. 1938. Experience and Education. New York: Collier Books.
Gutek, Gerald L. 2011. Historical and Philosophical Foundations of Education. Boston: Pearson.
Isrul, K. Arafah, and M. Anas. 2024. “Pragmatism Philosophy and Its Implications for Teacher Professional Development in Contemporary Education.” Journal of Educational Philosophy and Theory 56(2):145–58.
James, William. 1907. Pragmatism: A New Name for Some Old Ways of Thinking. New York: Longmans, Green.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. “Kurikulum Merdeka.”
Locke, John. 1690. An Essay Concerning Human Understanding. London: Thomas Basset.
Luo, Y. 2024. “Educational Pragmatism and Curriculum Reform in the 21st Century: A Philosophical Reconsideration.” Educational Philosophy and Theory 56(5):482–95.
Maulidan, M., D. P. Sari, and R. Hidayat. 2024. “John Dewey’s Pragmatism and Experiential Learning in Modern Education.” Journal of Curriculum Studies Research 6(1):21–35.
Mill, John Stuart. 1859. On Liberty. London: Parker & Son.
Nidawati, N. 2024. “The Relevance of Pragmatism in Student-Centered Learning Approaches.” Journal of Education and Learning (EduLearn) 18(1):110–18.
Noddings, Nel. 2012. Philosophy of Education. Boulder: Westview Press.
Perreault, Kadija. 2011. “Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.” Manual Therapy 16(1):103.
Wibowo, Agus. 2023. “Implementasi Kurikulum Merdeka Dan Tantangannya.” Jurnal Pendidikan Indonesia.
Wikandaru, D. R., A. Rahman, and T. Prasetyo. 2025. “Philosophical Foundations of Kurikulum Merdeka: Pragmatism and Learner Autonomy in Indonesian Education Reform.” International Journal of Educational Development 104:102975.
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v7i6.8770
Article Metrics
Abstract view : 54 timesPDF - 11 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Febri Yonanda Yovi, Wedra Aprison, Eka Pasca Surya Bayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)