Upaya Membentuk Afeksi Mahasiswa Calon Guru terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus Melalui Wawancara Guru Sekolah Inklusi

M Kusuma Wardhani

Abstract


Guru merupakan salah satu faktor kunci untuk berhasilnya pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan inklusi. Oleh karena itu pembekalan kepada mahasiswa calon guru tentang siswa berkebutuhan khusus menjadi sebuah keniscayaan. Mata kuliah Pendidikan Luar Biasa diberikan untuk tujuan tersebut, dengan capaian pembelajaran yang tidak hanya mengakomodasi ranah kognitif dan psikomotorik saja, namun juga menumbuhkan afeksi mahasiswa guru. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya pembentukan afeksi mahasiswa terhadap siswa disabilitas melalui kegiatan wawancara guru sekolah dan guru konselor sekolah-sekolah inklusi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data kuestioner yang diisi oleh 50 mahasiswa peserta mata kuliah pendidikan luar biasa semester genap 2020/2021. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa upaya pembentukan afeksi mahasiswa tercapai, dan selaras dengan dua capaian pembelajaran afektif . Selanjutnya dianalisa lebih dalam lagi, untuk kemudian dikelompokkan dalam 5 kategori yaitu, jenjang menerima, menanggapi, menilai, mengelola dan menghayati 


Keywords


inklusi, afektif, berkebutuhan khusus

Full Text:

PDF

References


Apsari, N., & Sastiawati, S. (2021). KEMAMPUAN KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI. JURNAL PENDIDIKAN DASAR, 9(1). https://doi.org/10.46368/jpd.v9i1.344

Creswell, J. (2012). Educational Research: Planning, Conducting, And Evaluating Quantitative And Qualitative Research (4th ed.). Pearson Education Inc.

Ekawati, H., Wahyuni, W., & Sari, N. R. (2021). PENERAPAN TAKSONOMI BLOOM DAN KRATHWOHL’S PADA APLIKASI RUBRIK PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA DI SAMARINDA UNTUK ASPEK AFEKTIF. Jurnal Ilmiah Matrik, 23(2). https://doi.org/10.33557/jurnalmatrik.v23i2.1428

Elisa, S., & Wrastari, A. T. (2013). Sikap Guru Terhadap Pendidikan Inklusi Ditinjau Dari Faktor Pembentuk Sikap. Jurnal Psikologi Perkembangan Dan Pendidikan, 2(01). http://journal.unair.ac.id/filerPDF/110810216_Ringkasan.pdf

HAPSARI, I. I., & MARDIANA, M. (2016). EMPATI DAN MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH LUAR BIASA. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 5(1), 48–56. https://doi.org/10.21009/jppp.051.07

Hasnul, N. (2011). Sikap Mahasiswa Terhadap Pelaksanaan Pendidikan Inklusi. Perspektif Ilmu Pendidikan, 24(XV), 150–162. https://doi.org/10.21009/pip.242.5

Herawati, H. (2018). Memahami proses belajar anak. Jurnal UIN Ar-Raniry Banda Aceh, IV(1), 27–48. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/view/4515

http://en.unesco.org/themes/education. (n.d.). http://en.unesco.org/themes/education

https://kniu.kemdikbud.go.id/?page_id=180. (n.d.). https://kniu.kemdikbud.go.id/?page_id=180

Kustawan, D. (2012). Pendidikan Inklusif dan Upaya Implementasinya. PT Luxima Metro Media.

Magdalena, I., Fajriyati Islami, N., Rasid, E. A., & Diasty, N. T. (2020). Tiga Ranah Taksonomi Bloom dalam Pendidikan. Jurnal Edukasi Dan Sains, 2(1).

Mahananingtyas, E. (2017). Hasil Belajar Kognitif, Afektif dan Psikomotor melalui penggunaan jurnal belajar bagi mahasiswa PGSD. Prosiding Seminar Nasional HDPGSDI Wilayah IV.

Mustofa, A. (2017). SIKAP GURU KELAS TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF WILAYAH KABUPATEN MAGELANG. https://eprints.uny.ac.id/48052/1/Amin Mustofa_12103241077.pdf

Novitasari, Y., Pramono Adi, E., & Praherdhiono, H. (2018). RESPONS AFEKTIF PEBELAJAR TERHADAP PEMBERIAN TUGAS PADA PEMBELAJARAN BLENDED. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1(2).

Nurhayati, S. E., & Ratnaningsih, N. (2022). Persepsi Orang Tua, Guru, dan Siswa Terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas pada Masa Pandemi Covid-19. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 827–835. https://www.edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/1896

Nurhidayati, A., & Sunarsih, E. S. (2013). PENINGKATAN HASIL BELAJAR RANAH AFEKTIF MELALUI PEMBELAJARAN MODEL MOTIVASIONAL. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Dan Kejuruan, 6(2), 112–116. https://doi.org/10.20961/jiptek.v6i2.12614

Pratiwi, J. C. (2015). Sekolah Inklusi Untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Tanggapan Terhadap Tantangan Kedepannya. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan “Meretas Sukses Publikasi Ilmiah Bidang Pendidikan Jurnal Bereputasi,†November, 237–242. https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pip/article/view/7725/0

Tarnoto, N. (2016). Permasalahan-Permasalahan Yang Dihadapi Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi Pada Tingkat Sd. Humanitas, 13(1), 50–61. https://doi.org/10.26555/humanitas.v13i1.3843

Wardhani, M. K. (2020). Persepsi dan Kesiapan Mengajar Mahasiswa Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus dalam Konteks Sekolah Inklusi. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 10(2), 152–161. https://doi.org/10.24246/j.js.2020.v10.i2.p152-161

Widyawati, R. (2017). Evaluasi Pelaksanaan Program Inklusi Sekolah Dasar. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(1), 109–120. https://doi.org/10.24246/j.jk.2017.v4.i1.p109-120




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2574

Article Metrics

Abstract view : 22 times
PDF - 17 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 M Kusuma Wardhani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.